Mempertahankan Tradisi Limit Perayaan Maulid Di Tengah Masyarakat Multikultural : ( Studi Di Desa Mauya Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan)

Authors

  • Amal Fathullah Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Ahmad Fathur Rahman Putra Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Lu’lu Lama’ah Tus Shobah Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Noor Dina Khadijah Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Erfan Ma’arif Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Nur Saadatul Fatihah Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Mutia Mutia Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Ahlakul Qorimah Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Muhammad Zairullah Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Fitri Maghfirah Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Fitri Ayu Pratama Samsu Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i4.1471

Keywords:

Persepsi, Tradisi Limit, Maulid Nabi, Desa Mauya, Budaya Banjar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat Desa Mauya terhadap tradisi Limit yang dilaksanakan dalam rangka perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi Limit merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Banjar yang mengandung nilai keagamaan, sosial, dan budaya yang tinggi. Dalam pelaksanaannya, masyarakat Desa Mauya memperingati Maulid Nabi dengan kegiatan pembacaan Maulid, shalawat, serta jamuan bersama sebagai wujud syukur dan penghormatan kepada Rasulullah SAW. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh agama, aparat desa, dan masyarakat, serta observasi langsung selama pelaksanaan tradisi Limit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki persepsi positif terhadap tradisi ini. Tradisi Limit dianggap mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah, mempererat hubungan sosial, dan melestarikan identitas budaya lokal. Namun demikian, partisipasi generasi muda mulai menurun akibat pengaruh modernisasi dan perubahan gaya hidup. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tradisi Limit memiliki makna penting bagi masyarakat Desa Mauya baik dari aspek religius maupun sosial budaya. Oleh karena itu, pelestarian tradisi ini perlu terus dilakukan dengan melibatkan generasi muda agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Downloads

Published

04-11-2025

How to Cite

Fathullah, A., Putra, A. F. R., Shobah, L. L. T., Khadijah, N. D., Ma’arif, E., Fatihah, N. S., Mutia, M., Qorimah, A., Zairullah, M., Maghfirah, F., & Samsu, F. A. P. (2025). Mempertahankan Tradisi Limit Perayaan Maulid Di Tengah Masyarakat Multikultural : ( Studi Di Desa Mauya Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan). Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 3(4), 3252–3262. https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i4.1471

Issue

Section

Articles