Mempertahankan Tradisi Limit Perayaan Maulid Di Tengah Masyarakat Multikultural : ( Studi Di Desa Mauya Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan)
DOI:
https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i4.1471Keywords:
Persepsi, Tradisi Limit, Maulid Nabi, Desa Mauya, Budaya BanjarAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat Desa Mauya terhadap tradisi Limit yang dilaksanakan dalam rangka perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi Limit merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Banjar yang mengandung nilai keagamaan, sosial, dan budaya yang tinggi. Dalam pelaksanaannya, masyarakat Desa Mauya memperingati Maulid Nabi dengan kegiatan pembacaan Maulid, shalawat, serta jamuan bersama sebagai wujud syukur dan penghormatan kepada Rasulullah SAW. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh agama, aparat desa, dan masyarakat, serta observasi langsung selama pelaksanaan tradisi Limit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki persepsi positif terhadap tradisi ini. Tradisi Limit dianggap mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah, mempererat hubungan sosial, dan melestarikan identitas budaya lokal. Namun demikian, partisipasi generasi muda mulai menurun akibat pengaruh modernisasi dan perubahan gaya hidup. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tradisi Limit memiliki makna penting bagi masyarakat Desa Mauya baik dari aspek religius maupun sosial budaya. Oleh karena itu, pelestarian tradisi ini perlu terus dilakukan dengan melibatkan generasi muda agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










