Analisis Penegakan Hukum Terhadap Peredaran Gelap Narkotika Dengan Modus Kemasan Makanan Di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i4.1460Keywords:
Penegakan hukum, peredaran gelap narkotika, modus kemasan makanan, hukum pidanaAbstract
Peredaran gelap narkotika di Indonesia terus mengalami peningkatan dengan berbagai modus operandi yang semakin canggih dan sulit terdeteksi oleh aparat penegak hukum. Salah satu modus baru yang marak terjadi belakangan ini adalah penyelundupan dan distribusi narkotika yang dikemas menyerupai produk makanan atau minuman ringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penegakan hukum terhadap tindak pidana peredaran gelap narkotika dengan modus kemasan makanan, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi aparat penegak hukum dalam upaya pencegahannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan dukungan data empiris melalui studi kasus dan wawancara dengan pihak kepolisian serta Badan Narkotika Nasional (BNN). Penegakan hukum masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan teknologi deteksi, lemahnya koordinasi antarinstansi, serta belum optimalnya pengawasan terhadap distribusi barang konsumsi di pasar daring. Selain itu, hukuman bagi pelaku sering kali belum memberikan efek jera karena adanya disparitas dalam penerapan pasal dan penjatuhan sanksi pidana.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










