Warning: ini_set(): A session is active. You cannot change the session module's ini settings at this time in /home/shak3146/public_html/lib/pkp/classes/session/SessionManager.inc.php on line 69
Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/shak3146/public_html/lib/pkp/classes/session/SessionManager.inc.php:69) in /home/shak3146/public_html/plugins/generic/citationStyleLanguage/CitationStyleLanguagePlugin.inc.php on line 478
Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/shak3146/public_html/lib/pkp/classes/session/SessionManager.inc.php:69) in /home/shak3146/public_html/plugins/generic/citationStyleLanguage/CitationStyleLanguagePlugin.inc.php on line 479
@article{Ahmad Fauziannor_M. Aditya Rahman_Ahmad Syaugi_Muhammad Idrus Ilham_2025, title={Perbandingan Kekuatan Pembuktian Antara Akta Otentik Dan Akta Di Bawah Tangan Dalam Sengketa Perdata}, volume={3}, url={https://mail.shariajournal.com/index.php/IJIJEL/article/view/1198}, DOI={10.62976/ijijel.v3i2.1198}, abstractNote={<table> <tbody> <tr> <td> <p>Jurnal ini mengkaji perbandingan kekuatan hukum antara akta otentik dan akta di bawah tangan dalam konteks sengketa perdata. Akta otentik, yang dibuat di hadapan pejabat umum yang berwenang, memiliki kekuatan pembuktian yang sempurna dan mengikat, kecuali jika dapat dibuktikan sebaliknya. Sementara itu, akta di bawah tangan hanya memiliki kekuatan pembuktian apabila isi dan tanda tangannya tidak disangkal oleh pihak yang bersangkutan. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan terhadap ketentuan perundang-undangan, doktrin hukum, dan yurisprudensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perkara perdata, akta otentik memiliki kedudukan hukum yang lebih kuat dibandingkan akta di bawah tangan, khususnya dalam aspek kekuatan pembuktiannya. Akta otentik memiliki tiga dimensi kekuatan pembuktian, yaitu kekuatan lahiriah, formil, dan materiil. Sebaliknya, akta di bawah tangan hanya memiliki kekuatan formil dan materiil yang bersifat terbatas, serta nilainya jauh lebih rendah dibandingkan akta otentik.</p> </td> </tr> </tbody> </table>}, number={2}, journal={Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory}, author={Ahmad Fauziannor and M. Aditya Rahman and Ahmad Syaugi and Muhammad Idrus Ilham}, year={2025}, month={Jun.}, pages={1963–1976} }